Hikmah Maulid Nabi Muhammad 1437 H : Akhlaq Dijaga, Mengantarkan Kita ke Surga

Diposting pada: 2016-02-22, oleh : Administrator, Kategori: Informasi Sekolah

Salah satu tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. adalah agar kita mengingat kembali perjuangan beliau di dalam menegakkan agama Allah serta meneladani akhlak mulia beliau.

Ustadz H. Zainal Arifin, S.PdI menjelaskan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa salah satu sebab diutusnya Rasulullah SAW. adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan akhlak manusia. Bukan sebuah misi yang ringan karena begitu jahiliyahnya masyarakat Arab ketika itu sehingga dakwah beliau banyak ditentang oleh kaumnya sendiri, yaitu kafir Quraisy. Namun Allah SWT. memang sudah memiliki skenario tersendiri dengan mengutus seseorang yang bernama Muhammad bin Abdulllah, seorang yang dikenal memiliki akhlak mulia baik sebelum dia diangkat menjadi Rasul, terlebih lagi setelah beliau diangkat menjadi Rasul.

Akhak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari memang pengejawantahan dari kandungan nilai-nilai yang terdapat di dalam Al-Qur'an, begitu ujar istri beliau yaitu, Sayyidatina Aisyah ra. ketika ditanya oleh para sahabat bagaimana sebenarnya akhlak Rasulullah SAW. Sayyidatina Aisyah ra. dengan lugas mejawab bahwa akhlak beliau adalah Al-Qur'an.

Bagaimana sebenarnya akhlak keseharian Nabi?

Dalam ribuan hadits yang terkumpul, akan kita dapati bagaimana perilaku beliau, bagaimana perilaku beliau di rumah tangga, bagaimana perilaku beliau selaku pemimpin umat, bagaimana sikap beliau terhadap tamu, tetangga, non-Muslim, orang tua, anak muda, anak-anak yatim, fakir miskin dan yang lain-lainnya.

Dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 128 disebutkan: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. Beberapa keutamaan sifat dari Rasulullah Saw. disebutkan dalam ayat di atas mulai dari penuh belas kasih, penyayang dan peduli kepada umat, bahkan sampai di akhir hayatnya beliau tetap mengingat-ngingat umatnya.

Sifat terpuji lainnya yang mencerminkan kemuliaan akhlak beliau adalah tidak pernah membeda-bedakan orang, beliau memandang sama kepada setiap orang, tidak mempedulikan harta, turunan, pangkat atau warna kulit. InsyaAllah dengan menjaga akhlaq, dapat mengantarkan kita ke surga.

Perbanyak shalawat jika mencintai Rasulullah.

Selain meneladani sifat-sifat terpuji yang dimiliki oleh Rasulullah Saw., ada satu hal lagi yang dapat menambah kecintaan kita kepada beliau, yaitu dengan membaca shalawat. Dalam kitab Sunan at-Tirmidzi, Abdullah bin Mas'ud ra. menuturkan sabda Rasulullah Saw., "Pada hari kiamat nanti, manusia paling utama bagiku adalah mereka yang paling banyak melantunkan shalawat kepadaku." Betapa besarnya keutamaan bershalawat kepada Rasulullah Saw. dan betapa Rasulullah Saw. telah memberikan kita jalan agar dapat terus memperoleh kebaikan dan syafaatnya walaupun beliau telah wafat 14 abad silam.

Mari kita memperbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah Saw., siapapun juga diantara kita yang mengaku umat beliau, tumbuhkan kecintaan kepada beliau dengan rutin mengucapkan shalawat. Rasulullah Saw. bukan cuma milik mereka yang mengaku keturunannya, atau bukan cuma milik orang Arab saja, tapi Rasulullah Saw. adalah milik umat sehingga cintailah beliau melebihi cinta kita kepada makhluk yang lain.

Allahumma sholli 'alaa Sayyidina Muhammad wa 'ala aali Sayyidina Muhammad, kamaa sholaita 'ala Sayyidina Ibrahim wa 'ala aali Sayyidina Ibrahim. Innaka hamiidun majiid.
Allahumma baarik ala Sayyidina Muhammad wa ala aali Sayyidina Muhammad, kamaa baarokta 'ala Sayyidina Ibrahim wa 'ala aali Sayyidina Ibrahim. Innaka hamiidun majiid.

“Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Sayyidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana engkau melimpahkan shalawat kepada Sayyidina Ibrahim dan kepada keluarga Sayyidina Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, berkatilah kepada Sayyidina Muhammad dan kepada keluarga Sayyidina Muhammad, sebagaimana Engkau memberkati kepada Sayyidina Ibrahim dan kepada keluarga Sayyidina Ibrahim. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”


Print BeritaPrint PDFPDF

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Url  masukkan tanpa Http:// contoh :www.m-edukasi.web.id
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini

Forum Multimedia Edukasi  www.formulasi.or.id